MUSEUM KEBUDAYAAN DAN KEMAJUAN ASMAT

PATUNG

Seniman Asmat pada awalnya menggunakan daya khayal untuk mengukir gambaran roh-roh orang-orang yang telah meninggal. Mereka percaya bahwa hasil ukiran mereka selalu mengandung atau diisi oleh roh-roh beserta sifat-sifat orang yang mereka gambarkan. Ciri-ciri wajah dan bentuk patung-patung tersebut mencerminkan gaya khas seniman dari suatu desa, bahkan hingga gaya khas dari seniman individu di dalam desa tersebut.

Seiring berjalannya waktu dan perubahan budaya di kalangan masyarakat, seniman mulai menciptakan ukiran-ukiran yang menggambarkan adegan-adegan kehidupan sehari-hari yang dialami oleh masyarakat. Mereka juga menciptakan gambaran-gambaran yang melukiskan sosok-sosok penting dari masa lalu yang dihormati oleh masyarakat.

Patung-patung orang Asmat dewasa ini terdiri dari lima tipe khas, termasuk patung leluhur tradisional, patung leluhur, patung, ukiran kerawang, dan panel, yang semuanya mencerminkan perkembangan dalam ekspresi seni mereka.

error: Content is protected !!